Popular Post

Posted by : Unknown Senin, 30 September 2013

    Di lahirkan didunia 16 agustus 1991 seputih banyak, lampung tengah adalah sebuah keajaiban terindah yang pernah kurasakan saat itu, walau di didik hanya dengan kondisi kelurga yang sederhana namun itu adalah sebuah anugrah terindah yang pernah ku miliki...
dan dari sinilah kisah hidup si anak singkong di mulai......

    Pendidikanku berawal dari 1996 / 1997 , tercatat sebagai murid YAYASAN taman anak-anak ALHIDAYAH di SARI BAKTI dengan no induk 500,  21 juni 1997...  
    Di sinilah awal di mana ku merasakan bagaimana dan apa arti pendidikan untuk kehidupan...

    Berlanjut ke tingkat selanjutnya, yaitu tingkat bengal (SD), ya mungkin itu yang pantas ku sebut.
    Karena di sini ku mulai belajar cara untuk bertahan hidup dari kondisi sulit...
di sini ku sempat merasakan bagaimana ketidak adilan muncul di dalam pendidikan...
mendapat peringkat ke2 di kelas, namun harus tinggal kelas di kelas satu. hanya karena badan terlihat kecil dan ingusan, padahal itu bukan alasan yang tepat . namun itu sudah terjadi, jadi biarlah itu hanya masalalu dan ku hanya bisa lanjutkan hidup dengan kenyataan...
    Tepat pada tahun pelajaran 2003/2004 LAMPUNG TENGAH, 28 juni 2004, ku selesaikan pendidikan bengal saya di SDN.05 TANJUNG HARAPAN SEPUTIH BANYAK ,  dengan nomor induk 347.....

    Mencari jati diri, mungkin itu yang pantas ku sebut, di saat ku mulai menginjak bangku pendidikan di (SMP),  tak banyak yang bisa ku dapatkan di sini, selain mengerti cara berkelahi, dan mencari cinta....
harap maklum, di sini swasta dan dengan peralatan LAB alakadarnya dan guru pengajar  yang super sabar... 
    Walau begitu mungkin hanya di sinilah ku bisa mersakan keadilan dari pendidikan, dan mulai merasakaan pendidikan tanpa bayar (beasiswa), karena menurutku kenakalan itu tak selamanya jelek, karena anak nakal itu pasti di atas rata-rata....
tahun pelajaran 2006/2007, dengan nomer peserta ujian 07-12-03-103-003-6, dan berdasarkan peraturan mentri prndidikan nasional nomor 45 tahun 2006, dan telah di ubah dengan peraturan mentri pendidikan nasional nomor 1 tahun 2007 dengan hasi berikut...
SEPUTIH BANYAK, 23 JUNI  2007 dengan nomor induk 1083, terakhir kali ku injakan kaki dari sekolah asal, SMP PGRI 1 SEPUTIH BANYAK LAMPUNG TENGAH..

    kini menuju ke dunia yang berbeda lagi, ku sebut ini fase tumbuh sayap , kenapa begitu, karena awalnya sekolah berangkat jam 08.30 dan pulang jam 09.00..
sekarang menjadi 07.30 dan pulang 01.30...
sungguh menyedihkan.... serasa seperti buronan yang baru kabur dan kini harus masuk kembali ke penjara...
    Namun di sini ku merasa inilah yang di sebut pendidikan, LAB mempuni, fasilitas extrakurikuler memadai, kedisiplinan di utamakan dengan pengajar profesional....
tentu berbanding 180* dari pendidikan sebelumnya, namn itulah hidup selalu ada yang istimewa dari yang telah di jalani....
    Seperti biasa masalah selalu muncul, dari mulai tiap hari harus di panggil di ruang BP  dan BK, berantem antar sekolah, merokok di sekolah dan bolos sekolah he he he.... wajar anak muda...
    Hingga pada tahun pelajaran 2009/2010, LAMPUNG TENGAH, 26 APRIL 2010 dengan nomor induk kebanggaan saya 2735 / 9915610038 dan nomo peserta ujian 3-10-12-03-025-001-8 dinyatakan LULUS  dari SMA NEGRI 1 SEPUTIH BANYAK tercinta..

    Berlanjut dari masa-masa indah itu, akupun harus di hadapkan dengan kenyataan bahwa cita-cita di depan terbentur dengan biyaya yang cukup membuat kedua orang tua ku jantugan...
beranjak dari masuk tanpa tes dan terbentur biayaya, impian untuk suntik menyuntik pun mulai ku lupakan …
    ku lanjutkan dengan mengadu nasip dengan mencoba di universitas yang di agung-agungkan di lampung, namun lagi-lagi apa daya.... keberuntungan itupun ternyata berpihak padaku namun harus merantau di tanah orang..
percuma jika di terima di negri makasar , di negri jogjakarta pun percuma, kedua orang tua tak merestui...
    Dengan alasan terlalu jauh dan tak memiliki keluarga di sana, terlebih lagi kembali ke masalah biyaya. Di saat itu ku mulai merasa aku tak di terima lagi rasanya untuk mengenyam pendidikan di tanah keasayanganku sendiri...

    Kehidupan yang monoton pada saat itu memaksaku berfikir keras dan penuh dengan resiko dalam rencana masa depan di fikiranku...
hingg setahun berlalu , dan ku putuskan untuk merantau ke tanah orang dan mencoba merasakan hasil dari keringat yang saya  keluarkan...
yah, pada fase ini ku sebut mencari jalan dari neraka menuju surga..
Hidup di ibukota memang cukup mengerikan tak hanya nyawa sebagai taruhan, juga kehormatan itu di pertaruhkan..
   
    Jika dulu hidup hanya dengn meminta orang tua kini harus berkeringat terlebih dahulu agar bisa  hidup. kini semua ku lakukan bagai air yang mengalir tak perduli akan kemana dan untuk apa akan di pergunakan..
    Dan seiring dengan berjalanya waktu, terlintas di fikiranku dan teringat akan angan-angan sewaktu ku masih kecil.. dan kini sedikit demi sedikit nampak jelas....
ingin tahu apa yang ku pikirkan sewaktu aku masih kecil?..
    Yah.. benar... ku ingin mendapat pendidikan setinggi yang ku mampu dan yang bisa ku dapat... tak perduli dimana, dengan siapa, sebagus apa, dan untuk siapa semua ini....
Setidaknya perjalanan hidup dari mulai di lahirkan hingga kinilah yang selalu memotivasi diriku sendiri untuk terus dan terus ingin maju ke depan bukan berhenti tanpa tujuan..
Akupun tak perduli setelah ini apa aku akan jadi gelandangan, penuh kehancuran atau apalah …
yang ku fikirkan hanyalah, akankah berakhir dengan derita atas segala jerih payah dan usaha yang telah ku lakukan ini....
    Hingga akhirnya kini sudah ku jalani 5 smester fakultas teknik di BINA SARANA INFORMATIKA, Tak terasa tinggal 2 smester lagi gelar sarjanaku akan ku raih... dari sebuah khayalan anak singkong.... Akankah berhenti sampai di situ?....
    Anganku mengatakan tidak... namun kita tunggu waktu saja untuk menujukan jalan dimana, untuk apa, dan sampai mana perjalananku akan tertuju...

    Tahukah apa yang ku fikirkan selama ini?...
ku yang tadinya berfikir ingin hidup kayaraya dan bergelimpangan harta. Kini mulai di butakan dengan        hati nurani, yah selama hidupku yang lalu ku sering menghiasi hidupku dengan keluh kesa atas segala sesuatu di kehidupanku, ku selalu merasa iri dengan apa yang orang lain miliki dan di dalam hati hanya memikirkan balas dendam terhadap apa saja dan siapa saja yang dulu pernah menghina dan mencaciku, terlebih menyinggung perasaan kedua orang tua ku.
    Beruntunglah aku di lahirkan dari pertemuan dua keyakinan agama yang berbeda (islam dan hindu).

    Ibu tercintaku sebelum menikah dengan ayah, memeluk agama hindu, dan ayahku memeluk agama islam .
    Hingga ibuku memutuskan untuk memilih agama islam, dari sinilah ku mendapatkan ilmu keagamaan yang mungkin lebih rendah di banding dengan kehidupan orang lain pada umumnya.
Namun semua itu membuatku mendapat banyak kelebihan yang tiada duanya, selama ku berkumpul dengan sanak keluarga ku mendapatkan wawasan dan banyak sekali masukan dari keluarga yang beragam dan semua perkataan yang di berikan padaku menuju pada sebuah kata,
    yakni hiduplah sebagaimana mestinya dan janganlah menyimpan sesuatu yang tidak di ajarkan oleh semua umat beragama (benci, dendam, dengki dan dusta) di dalam hati, dan kata-kata itulah yang sering kali ku ingat jikalau ku rindukan keluarga-keluarga di rumah, terlebih kedua orang tua dan salah satunya adik perempuan tercantiku.

Leave a Reply

saya selaku Admin mengharap dukukangan, baik berupa kritik maupun saran...
Tak lua saya ucapkan terimakasih atas kunjungan anda...

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Ni PuTu JaGi AsIh - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -